Kabupaten/Kota

Dampak Sedimentasi di DAM Trinsing Memburuk, DPRD Ultimatum Perusahaan Tambang

Ap
Dampak Sedimentasi di DAM Trinsing Memburuk, DPRD Ultimatum Perusahaan Tambang
DPRD Kabupaten Barito Utara bersama sejumlah instansi terkait melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di lokasi yang terdampak

Hai Kalteng – Muara Teweh – Pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keruhnya air dan turunnya kualitas lingkungan di kawasan DAM Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, DPRD Kabupaten Barito Utara bersama sejumlah instansi terkait melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di lokasi yang terdampak.

Dalam pengecekan tersebut ditemukan adanya sedimentasi di DAM Trinsing, pendangkalan saluran irigasi, serta keruhnya air yang berdampak pada sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.

(Baca Juga : DPRD Apresiasi Pemkab Berikan Bonus Kepada Kafilah Juara Umum MTQH Kalteng 2025)

Air yang keruh menyebabkan destinasi pemandian DAM Trinsing — salah satu objek wisata unggulan daerah sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) — mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Pelaku UMKM di sekitar kawasan tersebut juga mengeluhkan merosotnya pendapatan akibat berkurangnya wisatawan.

Dampak lain turut dirasakan masyarakat, di antaranya terganggunya budidaya ikan karena air keruh menyebabkan ikan sulit berkembang biak secara normal, serta menurunnya produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi, akibat kualitas air irigasi yang melemah.

Pihak PT EBA, yang lokasi bekas galian tambangnya diduga menjadi sumber sedimentasi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Mereka menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab, termasuk melakukan reklamasi, normalisasi sungai, penjernihan air, serta kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. KTT PT EBA Bayu beserta pihak HRD turut hadir langsung dalam kunjungan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara dan anggota DPRD, serta dilakukan uji sampel air dan pengukuran pH tanah untuk analisis lingkungan lebih lanjut.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi DAM Trinsing yang kini terdampak sedimentasi cukup berat. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi sudah berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Pariwisata turun, UMKM terpukul, perikanan dan pertanian terganggu. Kami meminta PT EBA untuk menjalankan tanggung jawabnya secara serius, dan hari ini mereka sudah menyatakan komitmen itu. DPRD akan terus mengawal sampai pemulihan benar-benar terlaksana,” ujar Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, saat peninjauan lapangan, Selasa (18/11/2025).

Sementara itu, Anggota DPRD Gun Sriwitanto menegaskan bahwa seluruh pihak turun langsung untuk memastikan fakta kerusakan lingkungan tidak dianggap remeh.

“Kami mendorong pemerintah daerah dan perusahaan untuk bergerak cepat melakukan pemulihan. Ini adalah wujud tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Trinsing,” tegasnya.